Pages

Saturday, 16 October 2010

"Matte Painting: Maison hantée" by Sebastien Gaucher

This tutorial is actually a "making of" where I explain how I proceeded to achieve this matte painting.
I use a Wacom Intuos² A4 board, if you don't have any graphic board this is going to be hard but not impossible.
At each step of the matte painting, useless to remind you to create a new layer so that the work will be easier and mistakes avoided !


First of all, find a good res picture. I chose to use a picture of a house I found on the web. You can find very nice pics for free, just look around !















The first step is to isolate the house by putting it on a separate layer and by erasing the rest.

In this example I used the polygonal lasso tool for the house, and a soft eraser for the bushes.
















Now you need a new background. You can either find a good pic, either paint one yourself.

I chose the former because it is less time consuming, and the result is far better than what I would have gotten had I painted a background myself. I found this image on the web, unfortunately I do not remember the site I got it from.








Put the sky behind the house (by putting the sky layer under the house layer), and apply a little perspective effect to give more depth to the sky, make it less flat.

Here the house picture was taken from a low angle, which makes our work easier.











Now look at the edges of the house. They still are the color of the original sky. We'll fix that.


















Using the magic wand tool, select the empty zone of the house layer. Then, Select > Modify > Expand, to make your selection wider. Pick a value that includes the zone we need to color correct.
In the menu : Image > Adjust > Hue / Saturation and color correct the edges by matching them with the color of the roof.










Still using Hue / Saturation and also Color Balance, adjust the colors of the house and sky layers so that they perfectly blend together.
















Now we want to get rid of that palm tree that hides a part of the house. That tree has nothing to do there since we want to create a morbid mood.


This is probably the most delicate step because we have to hand paint the missing part of the house. For that I mostly used the clone stamp tool, tool that allows you to paint something using another part of the picture for reference.
For instance, the tiles located between the lower and middle windows were painted using similar tiles of the house, using the clone stamp tool.



Why not add a lightning bolt to make the scene a little more disturbing ?
Using the simple non feathered brush, this is simple. Draw your lightning, duplicate the layer, and blur the copies to make the lightning glow.
Then, use the Dodge tool to brighten the clouds from where the lightning is originating.












The fun part, now ! Let's break down the house. Well, not all of it.
To make it look older, I added a hole in the rood, painted with brushes.
















Don't be afraid to add broken parts ! The house is supposed to still be standing, so don't go too far.
You can see that I broke a wooden beam, a pipe, a board, another part of the roof, and a window. When you break something, use the clone stamp tool to fill in the empty space you created.

















Make it look dirty. First of all, the windows. I used a non regular brush and painted the windows with a matte color. Then, change the transfer mode of the dirt layer to make sure that dirt and windows blend nicely together. For this example I chose the Luminosity mode



Make it look dirty. First of all, the windows. I used a non regular brush and painted the windows with a matte color. Then, change the transfer mode of the dirt layer to make sure that dirt and windows blend nicely together. For this example I chose the Luminosity mode












Repeat that step, only do it on the entire house. Paint with a dirtier color and set your layer to Multiply.
Make sure you make joints and edges look filthy too, because that's where dirt appears most.
This is one of the longest steps, but take your time and don't mindlessly add dirt everywhere !










Here, the porch, zoomed in
































The last step is to create a Levels adjustment layer to get the final contrast of the matte painting.
















Here it is ! You can compare the original image and the matte painting !

Read More...

Cara Kerja Kacamata 3D dan Film 3D


Sekitar 57 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Desember 1952, dimulailah trend film 3D di bioskop. Namun, hanya dalam dua tahun, trend tersebut menghilang, terutama karena masalah teknik yang digunakan.
Efek 3D tidak terlalu mengesankan, yang terlihat hanyalah gambar bayang-bayang apabila kepala sedikit bergerak. Bahkan, banyak penonton yang sakit kepala saat melihat tayangan 3D tersebut.
Pada bioskop-bioskop IMax, efek 3D memang masih ada, namun hanya untuk film-film pendek. Tidak ada 3D untuk feature film yang berdurasi 90 menit atau lebih. Tampaknya kondisi ini akan segera berubah.
Semakin banyak produsen dan studio film yang memproduksi film baru mereka tidak hanya dalam 2D, tetapi juga dalam format 3D. Bahkan, studio film Pixar dan DreamWorks menerapkan 3D sebagai standar film animasi mereka, seperti pada film terbaru mereka Bolt dan Monsters vs. Aliens.
Teknologi dan teknik film 3D kini sudah jauh berbeda dari teknik yang diaplikasikan pada 57 tahun yang lalu. Ada 4 cara kerja yang umum untuk menampilkan film 3D, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Ini Adalah Contoh Film 3D





1. XPAND
Teknologi ini dulunya bernama nuvision dan bekerja dengan sebuah lensa pengatur cahaya dan proyektor. Gambar diproyeksikan secara bergantian untuk mata kiri dan kanan.
Lensa pengatur cahaya yang dikendalikan melalui inframerah dan dioperasikan dengan baterai akan mengurangi cahaya pada masing-masing mata, terutama pada saat sebuah gambar tidak harus terlihat oleh mata tersebut. Lantaran bekerja tanpa polarisasi, teknologi ini dapat menggunakan jenis layar apa saja.
Kelebihan : Tidak pakai layar perak
Kekurangan : Kacamata mahal dan kepala tidak boleh miring
2. Real D
Proyektor akan menampilkan gambar secara bergantian melalui Z-Filter ke sebuah layar perak. Proyektor ini akan mengubah cahaya untuk masing-masing mata dengan menggunakan polarisasi sirkular. Kacamata hanya untuk melewatkan cahaya yang sesuai.
Kelebihan : Kepala boleh miring
Kekurangan : Memerlukan layar perak
3. Dolby 3D Digital Cinema
Sebuah color filter yang berputar akan mengganti panjang gelombang pada gambar-gambar yang diputar secara bergantian untuk masing-masing mata. Sebuah kacamata interferensi akan menyaring semua panjang gelombang, kecuali yang sengaja dihasilkan untuk masing-masing mata.
Kelebihan : Tidak harus menggunakan layar perak
Kekurangan : Perlengkapan mahal
4. Proyeksi ganda dengan polarisasi
Dua proyektor sekaligus, masing-masing untuk mata kiri dan kanan, akan mengirim cahaya dengan polarisasi berbeda secara bersamaan ke layar perak. Kacamata hanya untuk melewatkan gambar yang telah ditentukan untuk mata tersebut.
Kelebihan : Brightness tinggi
Kekurangan : Kepala tidak boleh miring
Kesimpulan :
Film dengan feature 3D memang tengah marak dan selalu ramai dibicarakan. Teknologi 3D memang masih mahal untuk home theater. Namun, begitu film-film 3D bermunculan dalam format Bluray, player yang dibutuhkan pun bakal terjangkau oleh pasar. Jadi, setiap orang dapat menikmati tayangan film 3D secara optimal di rumah.
Cara Kerja 3D :
Kacamata ini membuat gambar pada film bioskop dan televisi seperti adegan 3 dimensi yang terjadi tepat di depan anda. Dengan objek bergerak keluar masuk layar dan seolah menuju ke arah anda, dan tokoh jahat yang bergerak keluar untuk menangkap dan meraih tangan anda.
Kacamata 3D membuat anda merasa bagian dari adegan film, tidak hanya seseorang yang duduk disana menonton adegan tersebut. Mengingat alat ini mempunyai nilai entertainment yang tinggi, anda akan terkejut betapa sederhananya sebetulnya kacamata 3D ini.
Manusia lahir dengan dua buah mata dan sistem penglihatan binocular yang sangat luar biasa. Untuk objek dengan jarak lebih dari 20 kaki (6 – 7 meter), sistem binocular membuat kita mudah menetukan seberapa jauh jarak objek tersebut secara akurat. Sebagai contoh.
Jika ada beberapa objek di depan, kita akan dengan mudah mengetahui objek mana yang lebih jauh dan objek mana yang lebih dekat, serta seberapa jauhnya jarak objek tersebut dengan kita. Apabila anda melihat dunia dengan sebelah mata tertutup, anda akan tetap dapat memperkirakan jarak, namun keakuratan perkiraan jarak akan menurun.
Untuk melihat seberapa besar perbedaannya, mintalah seorang teman untuk melemparkan bola dan coba untuk menangkap bola tersebut sementara sebelah mata anda tertutup.
Juga coba pada ruangan yang sedikit cahaya atau pada malam hari. Pada kondisi ketersediaan cahaya sedikit, perbedaan akan semakin terlihat. Akan lebih sulit untuk menangkap bola hanya dengan sebelah mata terbuka di banding kedua mata terbuka.
Lakukan percobaan berikut :
Fokuskan pandangan anda pada gambar sebuah mata di bawah ini. Lalu taruh ibu jari didepan hidung anda menghalangi pandangan. Pandangan tetap fokus pada gambar mata tadi. Maka anda akan melihat gambar mata tersebut berada diantara dua ibu jari.
Dan jika fokus pandangan anda alihkan pada ibu jari anda, maka ibu jari anda berada di antara gambar dua mata. Jika hasil yang anda dapatkan seperti itu, maka sistem binocular anda masih berfungsi baik.
Dalam menonton film 3D, alasan kenapa anda memakai kacamata 3D adalah untuk memberikan gambar yang berbeda pada mata. Layar sesungguhnya menampilkan dua gambar, dan kacamata menyebabkan satu gambar masuk ke satu mata dan gambar lainnya masuk ke mata yang satunya. Terdapat dua sistem umum yang digunakan.
1. Kacamata Merah-Hijau
2. Kacamata Merah-Biru
Sistem ini menggunakan kacamata berbeda warna. Merah/hijau atau yang lebih umum merah/biru. Pada film 3D, proyektor akan menampilkan dua jenis gambar sekaligus.
Filter pada kacamata memperbolehkan hanya satu jenis gambar yang masuk ke tiap-tiap mata, kemudian otak akan menyelesaikan sisanya. Sistem kacamata berbeda warna ini mempunyai kelemahan. Warna pada film tidak terlihat dengan baik, sehingga kualitas gambar yang terlihat kurang begitu baik.
Sumber :
www.kaskus.us







Read More...